Kamis, 15 Desember 2022

DDL dan DML

DDL(data definition language)

 -Membuat Database : CREATE DATABASE namadatabase; 

Contoh:Create Database Db_Siswa;

-Memilih Database : USE namadatabase;

Contoh:Use Db_Siswa:

-Menghapus Database : DROP DATABASE namadatabase;

Contoh:Drop Database Db_Siswa;

-Membuat Tabel : CREATE TABLE namatabel2 ( Field1 TipeData1,Field2 TipeData2);

Contoh:Create Table Siswa(Nisn int(10)):

-Menampilkan Tabel

Contoh:Show Table Siswa;

-Menampilkan Atribut Tabel : DESC namatabel;

Contoh:DESC Siswa;

-Menghapus Tabel : DROP TABLE namatabel;

Contoh: Drop Table Siswa;

-Mengubah Tipe Data atau Lebar Kolom Pada Tabel : ALTER TABLE NAMATABEL

MODIFY COLUMN FIELD TIPE

menghapus tabel dengan nama jenisfilm : DROP TABLE BARANG;

-Menghapus Primary Key Pada Tabel

Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :

ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint;

Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table :

ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;

-Menambah Kolom Baru Pada Tabel : ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;

-Mengubah Nama Kolom :

ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamakolom namabarukolom

tipedatabaru;

DML (Data Manipulation Language)

DML (Data Manipulation Language) DML adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam basis data, misalnya untuk pengambilan, penyisipan,pengubahan dan penghapusan data. Perintah yang termasuk dalah kategori DML adalah :

INSERT, DELETE, UPDATE dan SELECT.

1. I N S E R T

Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel. Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu:

Cara 1: Menambah baris dengan mengisi data pada setiap kolom :INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Cara 2 : Menambah baris dengan hanya mengisi data pada kolom tertentu :INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

DELETE

Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau

seluruh baris. Syntax : DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];

Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu

kondisi tertentu.

3. UPDATE

Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada

suatu table. Syntax :

UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];

Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi

tertentu.

4. SELECT

Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat

dihubungkan dengan tabel yang lainnya.

a. Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*) :

SELECT * FROM namatabel;

b. Menampilkan data untuk kolom tertentu :

SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;

Selasa, 08 November 2022

FILE SERVER

Pengertian File Server

 File server adalah computer yang terhubung pada suatu jaringan.



Jenis File Server

Samba merupakan jenis file server yang memiliki sistem multi protocol

FTP Server

jenis file server ini merupakan singkatan dari File Transfer Protocol dan memiliki fungsi menukar file dalam sebuah jaringan menggunakan koneksi Transmission Control Protocol (TCP).

Kelebihan File Server

Kelebihan file server sudah sangat jelas terdeskripsi melalui beberapa penjelasan di atas, yakni file server ini sangat mudah, aman, dan menguntungkan digunakan.

Cukup beberapa langkah maka proses integrasi data dapat terjalin dengan baik dan dapat diakses oleh klien – klien pada sebuah aksesibel jaringan tersebut.

Kekurangan File Server

Kekurangan file server yang wajib Anda ketahui adalah seperti produk teknologi lainnya tentu saja tidak terhindar dari eror pada beberapa waktu dan membutuhkan pemeliharaan.

Namun, apabila penggunaannya dapat digunakan secara tepat dan melakukan pemeliharaan secara berkala maka tidak ada kendala dalam pemanfaatan file server tersebut.

Cara Kerja File Server

Adapun cara kerja dari file server tersebut adalah terjadi permintaan klien pada sebuah server, selanjutnya server akan menterjemahkan jenis permintaan klien dan menampilkan output sesuai dengan analisisnya tersebut.

Maka klien dapat melihat data yang telah dimintanya pada sebuah server.


Minggu, 30 Oktober 2022

   routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual

v  Ciri-ciri routing statis adalah sebagai berikut:

Ø  jalur spesifik ditentukan oleh admin jaringan

Ø  pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan

Ø  biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil

v  beberapa parameter yang ada pada routing

Ø  Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi dengan 0.0.0.0/0 untuk semua jaringan

Ø  Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka

Ø  Pref. Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan roter melalui alamat IP

Ø  Distance (0-255) adalah jarak administrator jaringan dari router

v  Keuntungan  Dan kekurangan Menggunakan Routing Static

v  Keuntungan Menggunakan Routing Static

Ø  Meringankan kinerja processor router

Ø  Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket

Ø  Routing static lebih aman dibandingkan routing dinamis

Ø  Routing Static kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik

Ø  Kerugian Menggunakan Routing Static

Ø  Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan

Ø  Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil

Ø  Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual

Ø  Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

3 cara konfigurasi routing static

Ø  Exit interfaces

ip Route 100.100.100.0 255.255.255.0 fastethernet 0/1

Ø  Next -Hop

ip Route 100.100.100.0 255.255.255.0 192.168.10.1

Ø  Exit interfaces dan Next Hop

ip Route 100.100.100.0 255.255.255.0 fastethernet 0/1 192.168.10.1

Minggu, 16 Oktober 2022

DISTANCE VECTOR

Protokol routing distance-vector dalam jaringan data menentukan rute terbaik untuk paket data berdasarkan jarak. Parotokol routing distance-vektor mengukur jarak dengan jumlah router yang harus dilewati suatu paket, satu router dianggap sebagai satu hop. Beberapa protokol distance-vector juga memperhitungkan latensi jaringan dan faktor-faktor lain yang memengaruhi lalu lintas pada rute tertentu.Untuk menentukan rute terbaik melintasi router jaringan, yang menerapkan protokol distance-vector, bertukar informasi satu sama lain, biasanya tabel routing ditambah jumlah hop untuk jaringan tujuan dan mungkin informasi lalu lintas lainnya. Protokol routing distance-vektor juga mensyaratkan bahwa router menginformasikan tetangganya tentang perubahan topologi jaringan secara berkala.

Protokol routing distance-vector menggunakan algoritma Bellman-Ford dan Ford-Fulkerson untuk menghitung rute terbaik. Cara lain untuk menghitung rute terbaik melintasi jaringan didasarkan pada biaya tautan, dan diimplementasikan melalui protokol perutean keadaan-tautan.

Vektor istilah jarak mengacu pada fakta bahwa protokol memanipulasi vektor ( array ) jarak ke node lain dalam jaringan. Algoritma distance distance adalah algoritma routing ARPANET asli dan diimplementasikan lebih luas di jaringan area lokal dengan Routing Information Protocol (RIP).

Yang tergolong Distance Vector adalah :

RIP Versi 1

RIP Versi 2

IGRP ( Interiror Routing Gateway Protocol )

CARA KERJA DISTANCE VECTOR :

membentuk tabel routing di jaringan adalah dengan cara setiap router memberikan informasi mengenai keadaan jaringan yang diketahui router tersebut kepada router-router tetangganya setiap selang waktu tertentu. Informasi keadaan jaringan tersebut adalah dalam bentuk distance-vector (vektor jarak), yaitu jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai suatu jaringan. Router tetangga tersebut menyimpan dan mengolah informasi keadaan jaringan yang diterimanya dan juga me-nyampaikan informasi yang didengan milikinya ke router- router tetangga yang lain. Hal ini terus berlangsung sampai seluruh router di jaringan mengetahui keadaan jaringan.

Kelebihan Distance Vector :

Mudah pelaksanaannya dan pemeliharaannya

Suber daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar

Kelemahan Distance Vector :

Convergencenya lambat

Skala jaringan terbatas

Memungkinkan terjadinya routing loops


subneting class b